Bumi Siliwangi, setelah pulang Jumatan 20 Januari 2012.
Status FB Bahasa Planet yang menuhin beranda FB Gw :
1. #Hatte_ Uu pzan Lah_#qz akh tonq Nqarep deuii mnh biza knal jnq w, qz trlanjur kzeL:p
_tmn munafik_
2. Akn Q temUkan seoRng yG biSa mngrti aQ,mnErima sgLa kkurangan & klebihan Q,yG bnEr" mncintai aQ dngn tLus apa ada'y...
Belakangan ini mungkin ada satu kultur yang mungkin akan menandingi Pop Culture , yang beberapa tahun terakhir sedang trend diindonesia khususnya di kalangan ABG. Mungkin lebih populer dengan istilah "ALAY" (anak layangan? anak melayu? anak lebay? teuing atuh) gw sendiri ga tau darimana asal muasalnya, seiring dengan berjalannya waktu bahasa ini sudah makin berkembang di kalangan ABG. Alay atau "Anak Lebay" adalah suatu komunitas remaja yang berpenampilan sangat kontras melebihi gaya harajuku -mungkin juga badut yang memakai pakaian berwarna mencolok, terminologi Alay sendiri mengacu kepada bahasa, aksara, pakaian bahkan dari tingkah pola mereka.
Tidak hanya merubah mereka bahkan merusak tatabahasa terutama dari penulisan, dengan menggabungkan bahasa baru tersebut antara huruf besar dan kecil, angka dan simbol2 ataupun unicode aneh sehingga bahasa Indonesia-pun berubah 180 derajat, lebih susah dibanding baca huruf sirilik Rusia kalo menurut gw mah. Walau penampilan mereka cenderung aneh dan bertrabrakan serta tingkah laku mereka yang over, itu sih ga jadi masalah penampilan sama tingkah laku kembali ke diri mereka sendiri, tapi yang jadi masalah adalah dari tata bahasanya. Bahasa ini amat sangat membingungkan dan aneh karena mereka menggabungkan antara angka dan huruf dengan menggunakan penggabungan atara huruf besar dan huruf kecil atau menggunakan bahasa yang di singkat dan juga memplesetkan bahasa asing.Misalnya, I LOVE YOU menjadi I LUPH U atau LOVE YOU FOREVER menjadi LUPH U 4 EVER dsb.
Bahasa ini di anggap oleh komunitas alay sebagai bahasa yang biasa-biasa saja karena simple dan tidak ribet, tp kalo menurut gw, bahasa ini ribetnya minta ampun, mulai dari cara baca nya sampe cara nulisnya yang bikin susah. Bahasa Alay ini juga sedikit mengadopsi logat – logat ke-melayuan, dan hingga saat ini bahasa ini telah dipakai untuk SMS , Chatting ataupun untuk penulisan sehari – hari, tapi sangat disayangkan karena dengan berkembangnya alay ini sebenarnya dapat merusak tatabahasa Indonesia, oleh karena itu sebaiknya kita tidak perlu memakai ataupun mendalami kultur aneh ini, lagipula bahasa resmi kita kan Bahasa Indonesia, jadi pergunakan penulisan bahasa Indonesia menurut EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jangan sampai ada generasi penerus kita pas ABG nya alay, dikemudian waktu menjadi guru bahasa Indonesia, misalnya pas dia lagi ngajar murid2nya terus nulis di papan tulis : "N!3 8uD13", "wLoPun uJJan aQuwh TtEp Ckullah", "Qt4 8Lajj4r cuppYa piNt4L" (harusnya ini Budi, Walaupun hujan aku tetap sekolah, kita belajar supaya pintar).
Tambahan!
Ternyata, Alay mulai merambah tidak hanya secara umum, tapi juga mulai merambah ke kaligrafi. Kriteria kaligrafi indah menurut alay adalah tulisan gede kecil dengan substitusi angka dan simbol ga ada di KBBI, namun kita tetap memanggil tulisan jenis ini EYD juga (Ejaan Yang DiALAYkan). Tujuannya supaya mereka terlihat 9h40l n’ kR3@71f (gaul dan kreatif – red). Alay pasti akan menambah simbol-simbol, merubah angka dan huruf-huruf.
Layspeak
Ini yang salah diartikan. Meski layspeak mirip dengan leet speak, namun layspeak bukanlah leetspeak,leet (dari leetspeak) berasal dari kata elite yang berarti spesial sedangkan alay tidaklah demikian.Layspeak hanyalah tingkatan rendah dari Leetspeak dan diyakinkan alay tidak akan cukup ilmu untuk menerjang ke leetspeak.
Contoh perbandingan.
Hi my name is Roy
Layspeak : hi MY N4m3 i5 D!Cky
Leetspeak : |-|I |\/|y |\|4|\/|3 15 DICKY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar